Friday, February 19, 2021

LEVEL KESUKARAN ( KOGNITIVE) PENYUSUNAN SOAL

 

LEVEL KESUKARAN ( KOGNITIVE) PENYUSUNAN SOAL



 

Penilaian merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh guru setelah kegiatan pembelajaran dilakukan. Penilaian ini dapat dilakukan setelah penyampaian  materi, bab atau pun satu semester. Penilain ini dapat berbentuk formatif ataupun sumatif. Penilaian formatif merupakan penilaian  yang dilakukan setiap akhir pembahasan, satu bab atau topik bahasan. Sedangkan Penilaian sumatif adalah penilaian yang dilakukan pada setiap akhir satu satuan waktu. Di dalam penilaian sumatif mencakup lebih dari satu pokok bahasan yang dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik telah dapat berpindah dari suatu unit pembelajaran ke unit pembelajaran berikutnya.[1]

Penilaian yang dilakukan oleh guru berupa penyusunan soal-soal berisi materi-materi yang telah diberikan yang nantinya akan diberikan kepada siswa. Dalam penyusunan soal, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru yang pertama guru harus memiliki kisi-kisi soal. Penyusunan kisi-kisi soal, yang harus diperhatikan guru adalah guru harus memperhatikan KD dan indikator. Selanjutnya guru harus memperhatikan Level kognitif sebagai tuntutan kurikulum yang harus dicapai oleh siswa setelah pembelajaran. Dalam penyusunan soal seorang guru juga harus berpedoman pada taksonomi ini sebagai pedoman tingkat kesukaran soal yang dinamakan dengan Level ranah Soal yang umumnya disingkat dengan L1, L2 dan L3.

Level kognitif, secara sederhana dapat dipahami merupakan tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang disusun dalam tingkat kemampuan pemahaman siswa berdasarkan taksonomi Bloom. Menurut Wikipedia taksonomi bloom adalah  Taksonomi merujuk pada taksonomi yang dibuat untuk tujuan pendidikan. Taksonomi ini pertama kali disusun oleh Benjamin S. Bloom pada tahun 1956. Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain (ranah, kawasan) dan setiap domain tersebut dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci berdasarkan hierarkinya. Menurut Bloom tujuan pendidikan dibagi ke dalam tiga domain, yaitu:

1.     Cognitive Domain (Ranah Kognitif), yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir.

2.     Affective Domain (Ranah Afektif) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minatsikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri.

3.     Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin.[2]

Dalam hal ranah cognitive, Bloom menyusun ranah dalam 3 level utama, yaitu level 1 (knowing), level 2 (applying), dan level 3 (reasoning), Setiap level memiliki level kognitif sesuai dengan taksonomi Bloom yang dijabarkan dalam bentuk ranah C1 sampai C6. Pada setiap level C1 sampai C6 tersebut terdapat kata kerja operasional (KKO) yang bisa digunakan oleh guru untuk membuat indikator soal sehingga tergambar level kognitif soal tersebut.

 

Kata-kata Operasional

Level 1 (knowing)

Level ini memuat didalamnya  berupa ranah kemampuan kognitif  yang dapat dikuasai siswa berupa C1 (mengetahui) dan C2 (memahami). Adapun Kata kerja operasional yang bisa digunakan dalam indikator soal untuk C1 di antaranya mengingat kembali, membaca, menyebutkan, menyusun daftar, menggaris bawahi, menjodohkan, memilih, menyatakan, dan mendefinisikan. Level kognitif selanjutnya merupakan tingkat yang lebih dari sekedar mengetahui, level kognitif ini dikenal dengan istilah C2 (pemahaman). Kata kerja operasional yang digunakan untuk menggambarkan level kognitif pemahaman di antaranya memperkirakan, mengkategorikan, menjelaskan, membedakan, menyimpulkan, mengklasifikasikan, menerangkan, menggambarkan, menginterpretasikan, dan lainnya. Dalam penyusunan soal pada L1 ini guru harus mempedomani kriteria level 1 dengan mencerminkan pada kata-kata operasional pada C1 dan C2.

 

Level 2 (applying)

Di level ini siswa dihadapkan untuk menguasai satu level kognitif yang harus dikuasai, yaitu menerapkan (C3). Level kognitif ini tentu saja lebih dari sekedar mengetahui dan memahami, namun tuntutannya siswa harus bisa menerapkan. Adapun kata-kata operasional yang mencakup pada ranah C3 adalah: antaranya mengimplementasikan, menggunakan, menentukan, memproseskan, menghitung, memperagakan, menghubungkan, membuktikan, menemukan, menyesuaikan dan lain-lain. Guru dalam membuat soal harus mempedomani kata-kata opersional yang ada dalam ranah C3.

 

Level 3 (reasoning)

 

Level 3 ini, siswa dituntut untuk menguasai ranah penalaran dan logika. Ranah kognitif pada level ini terdiri dari 3 level  yaitu C4 (analisis), C5 (evaluasi), dan C6 (sintesis). Level kognitif pada level 3 ini sudah masuk pada kategori HOTS, di mana dalam penyelesaian soal-soalnya memerlukan beberapa tahapan berpikir. Kata kerja operasional untuk level kognitif C4 di antaranya mengorganisasikan, merinci, menelaah, meneteksi, mengaitkan, membandingkan, menyeleksi, memilih, membagi, menguraikan, dan lainnya



[1] Dvcodes.com, Perbedaan Penilaian formatif dan Sumatif.(https://dvcodes.com/perbedaan-penilaian-formatif-dan-sumatif-beserta-contohnya dikutip pada tanggal 19 Februari 2021)

[2] Wikipedia, taksonomi Bloom, (https://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi_Bloom diaksese pada tanggal 19 Februari 2021)

No comments:

Post a Comment